26 Oktober 2018
Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!
![]()
Ibadah Raya I - Minggu, 06:00 WIB
Ibadah Raya II - Minggu, 10:00 WIB
Ibadah Raya III - Minggu, 18:00 WIB
Pendalaman Alkitab - Rabu, 18:00 WIB
Ibadah PELNAP - Minggu, 08:00 WIB
Anak Bermazmur - Selasa, 16:00 WIB
Ibadah Doa - Jumat I
Ibadah Good Friend - Jumat II
Ibadah Pria - Jumat III
Ibadah Wanita - Jumat IV
Teens on the Way - Sabtu, 16:30 WIB
Cornerstone - Sabtu, 17:00 WIB
Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!
Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 14 Oktober 2018 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Ketika hidup ini dijadikan penyembahan, maka firman Allah akan mengubah segala sesuatu. Penyembahan bukan hanya ketika berada di dalam gereja, sehingga ketika kita ijinkan firman bekerja maka hidup ini adalah sakramen kehidupan.
Hakim-hakim 1:19 - Dan TUHAN menyertai suku Yehuda, sehingga mereka menduduki pegunungan itu; tetapi mereka tidak dapat menghalau penduduk yang di lembah, sebab orang-orang ini mempunyai kereta-kereta besi.
Kalau pegunungan bisa dikuasai tapi mengapa suku Yehuda tidak bisa menghalau penduduk yang di lembah? Hakim-hakim 1:1,2. Ketika Yosua mati, orang Israel bertanya kepada Tuhan, untuk menggenapi janji Tuhan menduduki tanah Kanaan, siapa yang harus berada di paling depan? Jawaban Tuhan: "Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya." (ay. 2). Yehuda bicara tentang pujian (praise), letakkan keintiman dengan Tuhan yang di depan sebagai penyembahan.
Kenapa suku Yehuda yang ditaruh di depan?
Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 Oktober 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Daniel 12:4 Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."
Ketika Tuhan memberikan pewahyuan kepada Daniel, firman Allah belum terbuka. Tetapi Tuhan mengatakan firman Tuhan akan disingkapkan ketika kita menyelidikinya. Ketika menyelidiki firman, pengetahuan akan ditambah dan firman akan dinyatakan, untuk mengubah segala sesuatu bahkan memberkati.
Suksesnya seseorang bukan karena kepintaran. Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat. Suksesnya seseorang ketika kita jadikan Yesus pusat dalam hidup kita. Colossians 1:17 And he is before all things, and by him all things consist. Consist artinya tersusun. Melalui Yesus segala sesuatu tersusun, ada yang baik ada yang tidak, ada susah ada senang, tetapi semua tersusun untuk mendatangkan kebaikan. Roma 8:28. Pusat hidup kita bukan pekerjaan, kepintaran, atau apapun yang ada di dunia, tetapi Yesus. Saat firman Allah kita selidiki, dengan iman kita mengalami firman Allah. Perjanjian Lama bicara tentang peraturan, tetapi Perjanjian Baru dimulai dari dalam.
Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 30 September 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Roma 8:31 - Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Tuhan tahu keberadaan kita (Wahyu 3:8b). Ketika manusia jatuh dalam dosa, manusia berada di sisi yang berseberangan dengan Allah. Allah yang berinisiatif menyelamatkan manusia, keturunan perempuan akan meremukkan iblis. Penebus kita memang sempat terpagut ular harus menderita di salib sehingga kita bisa punya jalan untuk masuk ke pohon kehidupan. Manusia pertama gagal, mereka harus terusir dari Taman Eden, pohon kehidupan dikawal oleh dua kerub yang berjaga-jaga membawa pedang sehingga manusia tidak masuk kembali. Yesus-lah yang pertama masuk dan Dia menjadi korban terkena pedang, tidak ada kegagalan yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah. Masuklah ke pohon kehidupan melalui Yesus.
Kejadian 1:26. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Pada awalnya Allah selalu punya rancangan supaya manusia berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Kenyataannya dosa membuat manusia kehilangan kuasa ini, dosa sepertinya sudah menggeser rencana Allah, tapi rencana Allah tidak gagal. Iblis bisa saja gagalkan rencana Allah atas manusia, tapi ketika manusia ada di dalam Yesus, Yesus akan bawa ke posisi yang lebih tinggi.
Ringkasan Kotbah Minggu Sore 23 September 2018 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Wahyu 3:8b - Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.
Tuhan tahu kita ini bejana tanah liat yang rapuh. Yang gampang berubah karena situasi. Sekarang bersemangat, beberapa menit kemudian menjadi susah hati. Ijinkan firman Tuhan bekerja dalam hidup kita, karena setiap firman dinafasi oleh Allah sendiri (2 Timotius 3:16). Bahan dasar manusia adalah debu dan tanah, tetapi yang membedakan manusia dengan ciptaan lainnya adalah Allah hembusi dengan napas hidup. Dan pertemuan hembusan napas Allah, yaitu manusia dan firman, akan memuliakan Allah.
Kejadian 12:1, Abram sudah cukup tua, ia mendengar suara Allah untuk pertama kalinya saat berusia 75 tahun. Kejadian 12:2, ketika Tuhan memberkati kita, keberadaan kita akan memberkati banyak orang. Firman akan memberkati kita dari dalam keluar. Cara kita bicara, bertingkah laku, akan menjadi berkat. Kejadian 12:3 - Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Karena korban Kirstus, berkat Abraham juga menjadi berkat buat kita (Galatia 3:29).
PESAN GEMBALA 2026
Di akhir 2025 artinya seperempat dari abad 21 telah kita lampui. Ada kemajuan teknologi yang kita bisa saksikan dan alami yang membuat kita kewalahan mengikutinya tetapi di sisi lain begitu tergantung kepadanya. Selain itu, tetap saja ada keterbatasan dari semua kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk bisa menjaga keamanan dan keselamatan manusia. Hidup dan mati tiap manusia tidak bisa diprediksi dengan seberapa akrabnya dia dengan teknologi keselamatan itu.
Di awal tahun 2025 Kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) terus mengalami perkembangan pesat. Pada Januari 2025, beberapa perusahaan teknologi besar meluncurkan model AI terbaru yang lebih canggih dan efisien. DeepSeek AI, OpenAI, dan Google DeepMind bersaing dalam menghadirkan model bahasa yang lebih kuat dengan kemampuan multimoda. Sementara itu, penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari semakin meluas, mulai dari otomatisasi pekerjaan hingga integrasi dalam perangkat pintar rumah tangga. Tidak heran bahkan sampai anak-anak kecil sangat mahir sekali menggunakan Gemini di telepon selular untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) mereka, daripada bersusah payah mencari literatur.
Pada tanggal 21 April 2025, pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus meninggal di Vatikan. Dan bulan Mei 2025, Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat, terpilih menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan sebelumnya, dikenal sebagai Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik.
Pada 25-28 Agustus, di Indonesia terjadi demonstrasi besar buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR menuntut pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji anggota DPR, dan kebijakan perburuhan lebih baik, yang berujung ricuh dan korban tewasnya pengemudi ojek online.
Di penghujung November 2025, bencana banjir dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin (22/12/2025) pukul 08.00 WIB, bencana ini telah mengakibatkan 1.090 orang meninggal, 186 orang hilang, dan sekitar 7 ribu orang terluka.
Semua peristiwa terjadi silih berganti, belum lagi kalau berbicara kecelakaan moda transportasi. Tanggal 29 Januari 2025 terjadi tabrakan antara pesawat komersil American Eagle 5342 yang hendak mendarat di Bandara Ronald Reagen, Washington. Tragisnya, bertabrakan justru dengan helikopter Sikorsky UH-60 Black Hawk milik Angkatan Darat AS, dan terjadi di ibukota negara maju yang notabene begitu canggih sistem radar dan teknologi keamanan penerbangannya. Dalam kecelakaan tersebut seluruh awak dan penumpang kedua pesawat itu menjadi korban.
Belum lagi, 12 Juni 2025 terjadi kecelakaan pesawat Air India, Penerbangan 171 yang baru saja mengudara (setelah 30 detik lepas landas). Pesawat kemudian kehilangan daya angkat dan jatuh di blok Asrama B.J. Medical College, Amhmedabad. Ironisnya, pesawat tersebut terbilang pesawat baru Boeing 787-8 yang tidak pernah punya riwayat insiden kecelakaan yang besar. Menewaskan setidaknya 269 orang, 241 orang di dalam pesawat dan 28 orang di darat.
Belum lagi moda transportasi darat: kecelakaan di jalan, baik tunggal ataupun karambol, tabrak belakang. Dan beberapa hari menjelang Natal kecelakaan bus terjadi 22 Desember 2025, di Simpang Tol Krapyak Semarang yang memakan korban 16 jiwa. Justru terjadi sesudah pintu tol Kalikangkung dan setelah pergantian kru bus.
Peristiwa demi peristiwa terjadi di sekitar kita dan menbuat kita kewalahan untuk mencerna dan memahaminya, tidak ada tempat yang aman di dunia ini. Tidak ada satu moda transportasi yang kebal terhadap musibah dan celaka dan kita harus menggunakannya dalam keseharian. Tapi kabar baiknya, ada ajakan dari Juruselamat (Yesus) kepada kita Matius 11:28,29 Datanglah kepada-Ku kamu semua yang lelah, dan merasakan beratnya beban; Aku akan menyegarkan kamu. Ikutlah perintah-Ku dan belajarlah daripada-Ku. Sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati, maka kamu akan merasa segar. (BIMK) Dalam terjemahan bahasa Inggris CEV …I will give you rest. …and you will find rest. Tuhan akan memberi kita istirahat, kita akan menemukan tempat istirahat. Tawaran ini bukan bicara tentang besok di dalam kekekalan, tetapi justru ketika kita masih di dunia dan masih harus bekerja dan beraktivitas.
Bagi kita jemaat COTW tahun 2025 menjadi Tahun Kairos (Tahun Kebetulan Ilahi) bagi kita. Kebetulan Ilahi bukan hanya terbatas tentang berkat yang kita bisa lihat dan ukur, tetapi sebetulnya ada banyak Kebetulan Ilahi yang kita alami. Tuhan luputkan dari yang jahat atau celaka, Tuhan beri kesehatan dan kesempatan baru. Tuhan beri hikmat untuk ambil keputusan sehingga terhindar dari kebuntungan. Ataupun Tuhan ijinkan kita lewati lembah air mata, untuk kita melihat bahwa manusia hidup juga dari setiap Firman yang kita imani dan alami. Tuhan menyertai lewat semua peristiwa besar dan kecil, dan mendatangkan keberuntungan/keselamatan buat kita.
Memasuki tahun 2026, kita tetap dan justru membutuhkan penyertaan Tuhan, dan Dia janjikan memberi kita Pengurapan Baru (Fresh Annointing). Urapan itu bagai pelumas yang melumasi mesin agar tetap berjalan dengan lancar dan halus. Pelumas itu juga menjaga mesin dalam suhu optimal, sehingga tidak terlalu panas. Pelumas juga menjaga agar gesekan yang ada tidak melukai tiap bagian. Tetapi lebih dari itu, kita perlu mengenal bahwa Urapan Baru itu keluar dari Satu Pribadi Allah sendiri, Roh Kudus. Biarlah seluruh jemaat makin mengenali Pribadi itu secara personal, mengalami Roh Kudus bukan hanya sebagai bagian dari liturgi ibadah di gereja yang formal.
Mengenal Roh Kudus lewat tiap sisi kehidupan kita yang dijamah dan diurapi oleh-Nya. Kita butuh sukacita, kita butuh ketulusan hati, kita butuh hikmat, kita butuh pimpinan dan pengajaran, namun kita juga butuh kelegaan, damai sejahtera dan keintiman. Kita butuh iman dan penyingkapan rahasia Ilahi dalam hidup ini. Mazmur 92:11 Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku dituangi dengan minyak baru; Marilah kita alami Tuhan Yesus Kristus lewati tahun 2026, dalam Pengurapan Baru (Fresh Annointing).
Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Kekuatan untuk tetap bertahan dalam iman. Kemampuan untuk menikmati kelimpahan. Bahkan ketaatan untuk hidup saleh, semuanya hanya karena Anugrah TUHAN.