Let God, let go

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 22 Oktober 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kadang kita pasrah pada Tuhan, tapi tidak mengijinkan kehendak-Nya terjadi. Tuhan kita adalah Tuhan yang meresponi, Dia penjawab doa. Dia pembuat jalan, pembuat mukjizat. Daniel 10:12 - Lalu katanya kepadaku: "Janganlah takut, Daniel, sebab telah didengarkan perkataanmu sejak hari pertama engkau berniat untuk mendapat pengertian dan untuk merendahkan dirimu di hadapan Allahmu, dan aku datang oleh karena perkataanmu itu. Penegasan bahwa Tuhan yang menjawab doa, Tuhan yang bertindak. Berdoa bukan soal mengatur Tuhan, tapi berniat mendapat pengertian Tuhan. Ketika kita berdoa kita merendahkan diri, takluk. Tetaplah berdoa. Tuhan Mahatahu tapi Dia ingin dengar pengakuan kita, kita datang pada-Nya. Dari titik dimana kita datang, kita sampaikan, dari situlah Dia akan berkarya. Ketika kita berdoa, Tuhan juga akan bekerja, Tuhan meresponi, menggenapi visi.

Menanti Dengan Iman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Oktober 2023 oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ketika menantikan penggenapan visi dari Tuhan biarlah kita tetap menanti dengan iman. Saat menanti dengan iman berapa banyak kali kita bisa menerima jawaban doa. Tapi ada saatnya sepertinya doa tidak terjawab. Karena sering kali kita mulai berpikir kalau punya iman, berarti iman itu mewujudkan yang saya inginkan. Ibrani 11:39 - Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. Rupanya pahlawan-pahlawan iman itu tidak semuanya menikmati yang dijanjikan walaupun mereka punya iman. Kalau rasanya “tidak terjadi seperti konsep kita”, iman kita tetap bertambah dan tetap ada tujuan yang lebih baik. Ijinkan Tuhan menyingkapkan tepat pada waktunya.

Hanya Rahmat Yang Bisa Terangi Gelap

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Oktober 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Habakuk 2:1,3 - [2:1] Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. [2:3] Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

 

Tuhan punya rencana yang besar. Rencana yang terjadi pada orang yang tetap siap menanti penggenapannya. Tuhan tidak pernah memberikan harapan palsu, percayalah janji Tuhan. Apabila rasanya lama, nantikanlah itu, sebab akan datang tepat pada waktunya. Habakuk 2:4 - Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Ketika menantikan janji Allah, rupanya orang yang berbangga dengan kekuatannya tidak akan berhasil, terang tidak akan menerangi seluruh jalannya, tetapi orang benar akan hidup karena percaya. Kata percaya menggunakan kata emunah (bhs. Ibrani). Dari kata emunah kita mengenal kata iman, amin. Orang benar akan hidup oleh iman. Apa yang kita doakan, imani, Tuhan pendengar dan penjawab doa. Ayat ini dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17, Galatia 3:11 - Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." Ibrani 7:19, Taurat tidak pernah menyempurnakan orang yang melakukannya. Suratan Ibrani kemungkinan ditulis oleh Rasul Paulus sendiri--seorang Farisi dan pelaku Taurat yang setia pada awalnya. Kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan terang sejati dengan melakukan hukum Taurat. Itu sebabnya ketika menantikan janji Allah, kita tidak bisa coba genapi janji Allah dengan melakukan ini itu. Sebenarnya sesederhana ketika kita beriman.

Makin Bercahaya atau Makin Bergaya?

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu pagi, 8 Oktober 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ketika kita menantikan penggenapan visi (Habakuk 2:1,3), apa yang harus kita kerjakan?

 

Habakuk 2:4 - Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Kalau kita bisa ada, itu karena iman. Menjelang akhir zaman akan terjadi “Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" Wahyu 22:11. Itu sebabnya waktu kita menyadari hal ini, biarlah kita selalu berkata Tuhan tolong jagai kehidupan saya sementara saya sedang menantikan penggenapan janji Tuhan.

 

Matius 15:14, Yesus datang untuk mencelikkan yang buta, tapi kenapa Yesus sampai berkata, “Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang."

Jadi Rekan Setara Kristus

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 24 September 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Mazmur 19:1-6 - SIANG maupun malam, dengan tidak henti-hentinya, langit menyatakan kemuliaan Allah dan memperlihatkan pekerjaan tangan-Nya yang menakjubkan. Dengan diam-diam di cakrawala, tanpa suara atau kata, pesannya sampai ke segala penjuru dunia. Matahari berada di langit, di mana Allah telah menempatkannya dan bergerak melintasi cakrawala, berkilau-kilauan bagaikan mempelai laki-laki yang menuju ke pesta perkawinannya, atau girang bagaikan seorang atlet yang menghadapi perlombaan! Matahari melintasi langit dari ujung ke ujung dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menyembunyikan diri dari panasnya. [FAYH] Ayat ini adalah gambaran pemazmur tentang matahari. Ada kemuliaan yang luar biasa. Menurut ilmu pengetahuan matahari menghasilkan energi sendiri. Matahari sudah berumur lebih dari 4.6 miliar tahun. Matahari bisa berhenti bersinar.  Hal ini diprediksi bisa terjadi sekitar 5 sampai 10 miliar tahun lagi ketika matahari kehabisan hidrogen. Matahari tidak menyusut tapi membesar. Yesaya 30:26, Tuhan nyatakan kemuliaan-Nya bahkan lewat ciptaan-Nya, tapi Tuhan bisa pakai siapa saja asal mau tersedia.