Hanya Rahmat Yang Bisa Terangi Gelap

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Oktober 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Habakuk 2:1,3 - [2:1] Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. [2:3] Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

 

Tuhan punya rencana yang besar. Rencana yang terjadi pada orang yang tetap siap menanti penggenapannya. Tuhan tidak pernah memberikan harapan palsu, percayalah janji Tuhan. Apabila rasanya lama, nantikanlah itu, sebab akan datang tepat pada waktunya. Habakuk 2:4 - Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Ketika menantikan janji Allah, rupanya orang yang berbangga dengan kekuatannya tidak akan berhasil, terang tidak akan menerangi seluruh jalannya, tetapi orang benar akan hidup karena percaya. Kata percaya menggunakan kata emunah (bhs. Ibrani). Dari kata emunah kita mengenal kata iman, amin. Orang benar akan hidup oleh iman. Apa yang kita doakan, imani, Tuhan pendengar dan penjawab doa. Ayat ini dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17, Galatia 3:11 - Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman." Ibrani 7:19, Taurat tidak pernah menyempurnakan orang yang melakukannya. Suratan Ibrani kemungkinan ditulis oleh Rasul Paulus sendiri--seorang Farisi dan pelaku Taurat yang setia pada awalnya. Kita tidak pernah bisa mencapai kesempurnaan terang sejati dengan melakukan hukum Taurat. Itu sebabnya ketika menantikan janji Allah, kita tidak bisa coba genapi janji Allah dengan melakukan ini itu. Sebenarnya sesederhana ketika kita beriman.

Jadi Rekan Setara Kristus

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Siang, 24 September 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Mazmur 19:1-6 - SIANG maupun malam, dengan tidak henti-hentinya, langit menyatakan kemuliaan Allah dan memperlihatkan pekerjaan tangan-Nya yang menakjubkan. Dengan diam-diam di cakrawala, tanpa suara atau kata, pesannya sampai ke segala penjuru dunia. Matahari berada di langit, di mana Allah telah menempatkannya dan bergerak melintasi cakrawala, berkilau-kilauan bagaikan mempelai laki-laki yang menuju ke pesta perkawinannya, atau girang bagaikan seorang atlet yang menghadapi perlombaan! Matahari melintasi langit dari ujung ke ujung dan tidak ada sesuatu pun yang dapat menyembunyikan diri dari panasnya. [FAYH] Ayat ini adalah gambaran pemazmur tentang matahari. Ada kemuliaan yang luar biasa. Menurut ilmu pengetahuan matahari menghasilkan energi sendiri. Matahari sudah berumur lebih dari 4.6 miliar tahun. Matahari bisa berhenti bersinar.  Hal ini diprediksi bisa terjadi sekitar 5 sampai 10 miliar tahun lagi ketika matahari kehabisan hidrogen. Matahari tidak menyusut tapi membesar. Yesaya 30:26, Tuhan nyatakan kemuliaan-Nya bahkan lewat ciptaan-Nya, tapi Tuhan bisa pakai siapa saja asal mau tersedia.

Pilihan: Fakta atau Firman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 10 September 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Ada pilihan di depan kita. Kita menghadapi fakta memang, tapi mana yang lebih kita ijinkan diterapkan dalam hidup kita, perkataan fakta atau perkataan firman? Ketika Tuhan sampaikan firman, Tuhan kita bukan sekadar Tuhan perkataan, tapi Tuhan kita adalah Tuhan kuasa. Ketika kita percaya perkataan-Nya, itulah yang akan jadi.

 

Ibrani 4:9 - Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Hari ketujuh adalah Sabat, perhentian. Dalam Markus 2 Yesus katakan Sabat diciptakan untuk manusia, bukan manusia untuk Sabat. Bicara hari perhentian atau kelegaan bukan hanya besok di sorga, selama masih di bumi, Tuhan berkata masih tersedia kelegaan yang Yesus sediakan. Ibrani 4:1,2, permasalahannya, perhentian (rest) tidak dialami semua orang. Ada banyak orang tahu firman, tapi firman itu tidak bertumbuh bersama-sama dengan iman, firman hanya menjadi pengetahuan saja. Jangan hanya sekadar tahu firman, tapi alami kenyataan Allah, sorga turun, datanglah Kerajaan-Mu di bumi seperti di sorga.

Iman, Buat Kita Berdiri di Hadapan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 17 September 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Mazmur 27:8 - Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. Kita perlu Tuhan. Raja Daud sebelum menjadi raja, dia selalu mencari Tuhan. Kondisinya bisa saja “dimusuhi”, tertolak. Ketika kita berhadapan dengan Tuhan, justru kemuliaan-Nya terpancar dan terimpartasi dalam hidup kita. Ayat 10, kondisi Daud dibedakan oleh orangtuanya. Tapi Daud tidak berhenti di kondisinya, dia move on mencari Tuhan. Tuhan yang promosikan dia menjadi raja. Sesudah Daud menjadi raja, agenda pertamanya memindahkan tabut perjanjian dari Kiryat Yearim ke Yerusalem. 1 Tawarikh 16:11, Daud mencari Tuhan. Mazmur 105:4, ketika pemerintahannya sudah di atas 30 tahun pun Daud selalu mencari Tuhan. Kabar baiknya, setiap kali dia mencari Tuhan dan kekuatan-Nya, Daud temukan wajah Tuhan. Daud bukan pribadi yang sempurna, sama seperti kita, tapi dalam keadaan tidak baik sekalipun, Tuhan berkenan ditemui oleh dia.

Tuhan Jadikan Kita Semakin Kuat

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 September 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kristus yang berbicara adalah Kristus yang berkuasa. 2 Korintus 13:3 - Karena kamu ingin suatu bukti, bahwa Kristus berkata-kata dengan perantaraan aku, dan Ia tidak lemah terhadap kamu, melainkan berkuasa di tengah-tengah kamu. Pengertian Ia tidak lemah terhadap kamu: Tuhan tidak pernah putus asa terhadap hidup kita. Seringkali kita mudah putus asa dengan diri sendiri. Ijinkan mindset kita diubah. Ingat, ketika Dia berfirman, Dia berkuasa, sesederhana perkataan Kristus kita taruh dalam hati menjadi iman kita. Kita punya kekuatan terbatas, tapi ketika Kristus berfirman Yesaya 55:11 mengatakan: demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. Apakah kita ijinkan firman menjadi iman?