Miliki Iman, Kita Akan Alami Perkenanan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 Desember 2023 Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

 

Habakuk 2:4 - Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. Orang yang membusungkan dada artinya orang yang membanggakan, menyombongkan dirinya, hanya mengandalkan kekuatannya, tidak lurus hatinya. Mereka melakukan segala sesuatu menurut keinginan diri sendiri bukan menurut pada kebenaran firman Tuhan. Bagi umat Tuhan, iman adalah sesuatu yang sangat penting yang harus kita miliki. Iman itu menjadi dasar kehidupan kita. Sesuatu yang tidak memiliki dasar, maka akan mudah dirobohkan, dihancurkan. Iman juga menjadi perisai untuk memadamkan api dari si jahat. Efesus 6:16. Iman menjadi dasar yang kuat agar kita tidak mudah dihancurkan oleh persoalan kehidupan. Iman membuat kita tidak mudah kecewa, tidak mudah kuatir. Orang yang memiliki iman memiliki satu keyakinan bahwa apa yang ingin dia capai, dapatkan, atau bahkan ketika menghadapi sesuatu punya motivasi untuk mendapatkan semua itu. Iman juga adalah alat perkenan dari Tuhan. Tanpa iman kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan.

Berjuang Untuk Hal Yang Kekal

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 3 Desember 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Berjuang untuk perkara yang kekal, karena seringkali kita lebih berjuang untuk hal-hal yang tidak kekal.

 

Kejadian 37:1-4. Kisah tentang Yusuf. Yusuf biasa menggembalakan kambing domba bersama seluruh saudara-saudaranya. Yakub lebih mengasihi Yusuf. Kadangkala kita mulai berpikir Israel pilih kasih. Bukan seperti itu, ada sebabnya. Sebetulnya Tuhan punya rancangan bagi setiap anak-anak Yakub. Setelah saudara-saudaranya melihat ayahnya lebih mengasihi Yusuf, mereka menjadi benci kepada Yusuf. Yusuf berada di situasi yang tidak menyenangkan, tapi apapun keadaannya Tuhan punya rencana buat semua.

Dibawa Pada Jalan Kemenangan-Nya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 November 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

2 Korintus 3:4,5 - [3:4] Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. [3:5] Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. Ketika kita benar-benar yakin kepada firman, keyakinan kita kepada firman akan membawa kita sampai pada satu kesadaran bukan karena kita mampu, kesanggupan kita adalah pekerjaan Allah. 2 Korintus 2:14 - Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. Hidup kita yang menjadi suratan Kristus bukan berarti hidup kita bebas masalah. Kalau hidup sedang menghadapi masalah, ingat, Dia selalu, pasti membawa kita di jalan kemenangan-Nya.

Allah Mau Karya-Nya Dinyatakan Di Dalam Kita

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 November 2023 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

 

Yohanes 9:1-3 - [9:1] Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. [9:2] Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" [9:3] Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

 

Latar belakang orang buta.

Pohon Kehidupan Atau Pohon Pengetahuan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 12 November 2023 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

 

Kita adalah orang-orangnya Tuhan yang luar biasa. Keberadaan kita sedang memberkati orang-orang di sekitar kita. Sama seperti ketika Yakub dan keluarganya ada di Mesir, sebagai gembala mereka dianggap masyarakat kelas bawah. Mereka dijadikan budak, tapi keberadaan mereka membuat Mesir dikenal menjadi pusat peradaban dunia saat itu. Ketika umat Tuhan keluar dari Mesir yang diingat orang tentang Mesir hanya kuburan--piramida.

 

Ketika kita sedang tuliskan dan wartakan kebaikan Tuhan, kita adalah orangnya Tuhan. Kita menjadi suratan Kristus yang terbuka dan dapat dibaca semua orang. Ketika Tuhan taruhkan kita sebagai orangnya Tuhan, ingat, Tuhan selalu rancangkan apa yang sudah Dia sediakan.