Selamat Bukan Binasa

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 26 April 2020 Oleh  Pdm. Iwan Artiyanto

2 Petrus 3:9-15, situasi hari-hari ini seperti gambaran sebuah ruangan di malam hari, gelap karena lampu mati. Mata kita tidak bisa melihat apapun di sekitar kita. Seringkali kita menjadi takut. Bagaimana respon kita terhadap situasi ini?

Ibrani 11:27, Musa mengambil keputusan dalam perjalanan hidupnya, ia harus keluar dari istana tanpa mementingkan kedudukan dan hidup yang nyaman. Dalam keputusannya, ia harus menghadapi murka raja. Bagaimana ia bisa bertahan? Ibrani 11:27 [FAYH], “Karena iman kepada Allah, ia meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Musa berjalan terus, seakan-akan ia melihat Allah menyertai dia.” Berjalan terus dan percaya Allah berjalan beserta kita.

Allah seperti apa yang menyertai kita?

Roti Malaikat

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 19 April 2020 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Dalam kondisi apapun responi firman Allah, itu roti malaikat buat kita.

Mazmur 13:1,2 - ... Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku.

Seorang yang lumpuh 38 tahun di pinggir kolam Betesda (Yohanes 5:5) dan perempuan yang bungkuk selama 18 tahun karena dirasuk roh (Lukas 13:11), mereka menderita. Yesus yang berinisiatif menyembuhkan mereka karena Yesus sudah tahu sekian lama mereka menderita. Yesaya 54:7 - Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Ada saat sepertinya Tuhan ijinkan kita seakan ditinggalkan, sebenarnya Tuhan ingin menguji, membuktikan siapa yang benar-benar ada di dalam dasar hati kita. Apakah benar-benar Tuhan menjadi pusat sukacita kita? Apa yang kita alami tidak selama-lamanya, hanya firman Allah yang kekal. Itu sebabnya makanlah firman Allah, roti rohani dari sorga.

Melihat di Balik Fakta

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 5 April 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ibrani 11:27 - Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.

Karena Musa bisa melihat apa yang tidak kelihatan, itu sebabnya ia bisa bertahan. Seringkali orang tidak bisa bertahan karena melihat yang terlihat—seperti kondisi dunia saat ini, apakah iman kita dibangkitkan? Bukan memungkiri, lalu hidup sembrono, tapi apakah kita bisa melihat di balik fakta? Bukankah kita hidup di dunia dan Tuhan berkata Aku menopang segala yang ada dengan  firman yang berkuasa. Ketika kita percaya kepada firman-Nya, kita bisa melihat jauh di balik fakta.

Kebangkitan-Nya Menjadi Berkat Bagi Kita

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah – Minggu, 12 April 2020 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Oleh kematian Kristus, kita sudah ditebus dan sudah dibangkitkan. Dia bayar lunas, Dia yang kaya rela jadi miskin supaya di dalam kemiskinannya kita diperkaya. Kristus  ditinggalkan Allah saat ada di kayu salib, supaya "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”, Ibrani 13:5. Kristus sudah hisap semua dosa kita supaya kita menerima kebalikannya. Mungkin situasi kita rasanya belum berubah tetapi sudah ada jaminan.

Pola pikir kita harus benar, Kristus sudah bayar hutang dosa kita, tetapi Kristus tidak pernah berhutang pada iblis/dosa. Kolose 2:14, Kristus bayar surat hutang kita lewat tubuh-Nya yang dipakukan di kayu salib. Yesus bukan membayar karena Dia takluk kepada Iblis. Surat hutang adalah ketentuan yang tertulis tangan (handwriting of ordinances – KJV) yang selalu melawan kita yaitu Hukum Taurat. Ketika Allah berikan hukum Taurat, Allah tulis dengan jari-Nya di atas 2 loh batu. Ketentuan ini diberikan kepada manusia dan ketentuan ini selalu seperti melawan kita. Dan tidak ada satu manusia yang bisa lunas membayar semua ketentuan hukum ini.

Berdoa, Hubungan dengan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Ibadah Minggu Pagi, 29 Maret 2020 Oleh Pdt.  Andrew M. Assa

Yeremia 32:17, “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”

Yeremia mengimani bahwa tangan Tuhan berkuasa. Tetapi diawal Yeremia mengatakan “ah”, ekspresi bahwa ia berusaha percaya walaupun keadaan tidak berubah. Sepertinya ada keraguan. Yeremia 32:27, "Sesungguhnya, Akulah TUHAN, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk-Ku?” ini jawaban Tuhan untuk Yeremia. Semua orang bisa percaya Tuhan, tetapi tidak semua mengandalkan Tuhan. Selama 40 tahun Yeremia menjadi nabi, tidak merubah situasi, tidak ada orang yang berbalik pada Tuhan. Ia menangisi bangsanya yang bebal. Namun, Yeremia disebut nabi besar, karena ia tetap tekun, tetap meresponi Allah.