Berserah Pada Kasih Karunia Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 September 2019 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Roma 11:5-6 - Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia. Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Kita adalah pilihan karena kasih karunia, bukan umat pilihan seperti Israel. Kita dipilih bukan karena perbuatan kita. Roma 11:25, Israel menjadi keras kepala karena menganggap Yesus hanya bagian dari sejarah. Dan kita yang percaya Yesus adalah Mesias, mendapat kasih karunia. Roma 11:26-28, tapi Tuhan tetap menyelamatkan. Tuhan yang akan bertindak, Tuhan akan taruh hukum-Nya di hati dan pikiran, Tuhan menyempurnakan di dalam kasih karunia-Nya. Roma 11:29 - Sebab Allah tidak menyesali kasih karunia dan panggilan-Nya, Allah tidak menyerah dengan hidup kita, bahkan ingin menyempurnakan kita dalam kasih karunia-Nya. Roma 11:30, karena orang Yahudi masih menolak Yesus, kita beroleh kasih karunia untuk bisa percaya Yesus. Roma 11:31, kalau Allah begitu murah hati menyelamatkan kita, biarlah kemurahan itu juga berlaku untuk mereka. Berdoalah bagi bangsa Israel, Bilangan 24:9, ketika kita memberkati bangsa ini, kita diberkati. Roma 11:32, baik umat pilihan maupun yang terpanggil dalam kasih karunia, Allah sudah mengurung dalam ketidaktaatan supaya Allah dapat menunjukkan kasih karunia-Nya. Roma 11:33-36, Allah tidak ingin satupun binasa. Jangan menyerah dengan diri sendiri, jangan menyerah dengan orang lain yang kita sedang doakan.

Rancangan Tuhan Terhadap Sang Pemberi

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 September 2019 – Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Kisah Para Rasul 20:25 - ... bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Berbicara tentang memberi, seorang anak Tuhan harus tahu bahwa memberi itu sangat penting dalam hidup orang percaya. Kata “memberi” dalam Alkitab ditulis sebanyak 2.642 kali. Memberi bukan hanya sekadar materi. Roma 12:1, memberi diri/tubuh punya pengertian yang luas, berbicara tentang semua yang bisa kita lakukan yang berkenan kepada Tuhan. Roma 5:8, Yesus sudah meneladankan pada kita, memberi diri untuk menebus dosa-dosa kita. Ketika kita memberi pengampunan pada orang lain, itu pemberian yang terbaik juga. Mazmur 73:21, ketika ada kepahitan dalam hidup kita tanpa mau melepaskan pengampunan, akan berdampak pada tubuh kita—sakit. Tapi ketika kita lepaskan pengampunan, pemulihan dari Tuhan terjadi.

Pemberi Selalu Beruntung

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 September 2019 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yohanes 17:23, Yesus punya kesaksian bahwa Bapa di sorga mengasihi kita sama seperti Bapa mengasihi Yesus. Bilangan 11:22-23, ketika bangsa Israel di padang gurun, Tuhan luluskan keinginan mereka untuk makan daging—kebutuhan jasmani, justru Musa yang meragukan kuasa Tuhan. Kalau Tuhan mau memberkati, Tuhan tidak pernah kekurangan sumber daya. Yesaya 40:31, tetaplah menanti-nantikan Tuhan,  orang yang menantikan Tuhan seperti burung rajawali yang terbang. Rajawali cukup mengembangkan sayapnya karena ia diangkat dan diperkuat aliran udara (air stream).

Ester 6:13 - Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: "Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya."

Mordekhai dan Ester ada di negeri asing, sekalipun mereka berada di pembuangan, mereka tetap memberikan kontribusi yang baik untuk negeri itu. Sudahkah kita memberikan kontribusi yang baik untuk negeri kita?

Memberi Diri Masuk Dalam Rencana Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 September 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Rut 2:12, “TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

Ayat ini adalah pernyataan Boas untuk perempuan kafir dari Moab, yaitu Rut. Ulangan 23:3, menurut firman Allah, orang Moab tidak boleh masuk dalam jemaat Allah. Boas seorang Yahudi yang saleh, dia pun tahu seharusnya Rut tidak boleh ada di ladang Boas. Rencana Tuhan tidak pernah salah, Tuhan akan tempatkan kita di posisi dan waktu yang tepat.

Berawal dari Elimelekh yang pindah ke Moab karena ingin menghindari bencana kelaparan. Elimelekh bergaul dengan para petinggi Moab. Ia punya menantu dari keluarga terpandang, dan hidup berkelimpahan. Namun, saat Elimelekh dan kedua anaknya mati, Naomi mulai berpikir Tuhan membuat hidupnya menjadi pahit. Naomi berinisiatif pulang ke Betlehem yang artinya rumah roti. Rut 1:15-17, Rut punya sebuah sikap, tetap mengikut Naomi saat Naomi menyuruhnya pulang ke Moab. Bahkan saat dijelaskan tentang banyaknya aturan Yahudi, Rut tetap ingin beriman pada Yehova dan menerima semua konsekuensi. Rut memberikan diri untuk masuk pada perintah Yehova. Sama seperti Rut, kita ini orang kafir, tetapi kita beriman kepada Allah yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub, karena korban Yesus kita bahkan bisa memanggil-Nya Bapa.

Berkat Keintiman (Tefila)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Agustus 2019 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Tefila adalah doa dalam tradisi Yahudi. Ada 3 pokok waktu berdoa, Daniel 6:10 - tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. Doa pagi hari namanya Shakharit, sore hari dinamakan Minha, malam hari dinamakan Maariv. Tefila bicara tentang upaya manusia mendekatkan diri kepada Tuhan.

Inisiatif pertama untuk intim datang dari Allah. Kejadian 3:8-9 - ... Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau? Ketika Tuhan datang, manusia bersembunyi. Tetapi Allah punya satu kasih yang luar biasa, saat manusia jatuh dalam dosa, Allah memanggil manusia supaya mereka mendekat. Ada satu kerinduan dalam diri Allah, ingin dekat dengan kita dalam kondisi apapun.