Dipimpin Oleh Sang Pencipta

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore 3 November 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ester 8:17, “Demikian juga di tiap-tiap daerah dan di tiap-tiap kota, di tempat mana pun titah dan undang-undang raja telah sampai, ada sukacita dan kegirangan di antara orang Yahudi, dan perjamuan serta hari gembira; dan lagi banyak dari antara rakyat negeri itu masuk Yahudi, karena mereka ditimpa ketakutan kepada orang Yahudi.”

Anugerah dan hikmat diterima melalui proses. Tiang gantungan yang ditujukan untuk Mordekhai dan bangsa Yahudi, justru digunakan untuk menggantung pencetus ide, yaitu Haman. Seluruh kekayaan Haman berpindah ke Mordekhai, Mordekhai pun menjadi orang kepercayaan raja. Lalu raja membuat surat keputusan dalam Ester 8:17. Bangsa Yahudi bersukacita karena surat tersebut. Kalau surat perintah manusia bisa membalikkan keadaan, terlebih lagi "Surat Keputusan" Tuhan, yaitu Firman Allah.

Roma 4:19, saat Abraham mendengar firman Allah, imannya tidak menjadi lemah meskipun fakta mengatakan tubuhnya lemah. Ia tidak memiliki potensi untuk mengeluarkan benih. Namun, ia percaya, saat Allah berfirman, Ia pasti menggenapi janji-Nya.

Sabda Melindungi dari Malapetaka

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Oktober 2019 Oleh Pdt. Iwan Artiyanto

Ester 8:10 - Maka ditulislah pesan atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja, lalu dengan perantaraan pesuruh-pesuruh cepat yang berkuda, yang mengendarai kuda kerajaan yang tangkas yang diternakkan di pekudaan, dikirimkanlah surat-surat.

Kata “sabda” menurut KBBI artinya perkataan (bagi Tuhan, nabi, raja, dsb). Setiap kata yang diucapkan raja Ahasyweros harus terlaksana, contoh Ester 8:8-10 raja mengijinkan orang-orang Yahudi berkumpul mempertahankan diri terhadap penyerang; dengan titah raja Ahasyweros ini orang Yahudi terselamatkan dari pembunuhan massal yang direncanakan oleh Haman. Kalau titah raja Ahasyweros terwujud, apalagi sabda/firman Raja di atas segala raja pasti terlaksana.

Menjaga Hati

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 13 Oktober 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Siapa yang terlebih besar dalam hati kita, itu akan mempengaruhi hidup kita. Berapa banyak kali Tuhan ingin kita menikmati cinta dan firman-Nya, karena firman itu adalah Allah sendiri, tapi selera kita kadang dikalahkan oleh yang lainnya. Sebetulnya ketika kita terhubung dengan firman Allah itu adalah kunci berkat.

Amsal 4:23 - Peliharakanlah hatimu terlebih dari pada segala yang patut dipeliharakan, karena dari dalamnya terpancarlah segala mata air hidup [TL]. Jangan kita lebih memprioritaskan perkara di dunia ini lebih dari menjaga hati kita. Ketika perkara-perkara di dunia lebih mengikat kita berarti kita kehilangan kehidupan. Menjaga hati berarti memberi makan yang terbaik. Ketika tubuh, jiwa kita jaga dengan baik, bagaimana dengan hati kita, sudahkah kita menjaga hati kita, kita benar-benar punya waktu untuk terhubung dengan Tuhan? 

His Compassion Doesn’t Fail

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Ibadah Thanksgiving, 20 Oktober 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hidup kita bukan ditopang oleh kekuatan kita, tetapi oleh firman Allah. Meskipun ada target yang belum tercapai, tetap mengucap syukur, kita sedang mengucapkan berkat yang kita terima. Yohanes 6:11 - “Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.” Seringkali kita berpikir bahwa apa yang ada pada kita adalah milik kita, bukan milik Tuhan. Sama seperti anak kecil yang sadar untuk memberikan bekalnya pada Yesus. Markus 6:41, kita ada di dalam Yesus. Saat mengucap syukur, kita sedang memberkati apa yang ada di dalam hidup kita. Saat kita mengucap syukur, belas kasihan-Nya tidak pernah gagal.

Kuasa Merenungkan Firman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 6 Oktober 2019 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita menikmati pewahyuan firman bukan hanya sebuah berita, firman itu akan jadi dalam hidup kita, seberapa kita meresponinya. Yesus - Yeshua artinya Penebus, Juruselamat. Tugas utama Yesus adalah menebus kita dengan darah dan nyawa-Nya dan menyelamatkan hidup kita. Pada hari ketiga Yesus bangkit dan kita mempunyai kepastian hidup. Jadi, bagaimanapun hidup kita akan dihidupkan, diselamatkan saat bersentuhan dengan Yesus.

Yesaya 61:7, “Sebagai ganti bahwa kamu mendapat malu dua kali lipat, dan sebagai ganti noda dan ludah yang menjadi bagianmu, kamu akan mendapat warisan dua kali lipat di negerimu dan sukacita abadi akan menjadi kepunyaanmu.”

Tahun-tahun yang pernah hilang karena ketidaksetiaan akan Tuhan gantikan dan pulihkan. Kita tidak pernah bisa merubah masa lalu. Tapi saat menyentuh Yesus dengan iman, bukan kenajisan kita yang menulari Dia, tetapi kekudusan-Nya yang menulari hidup kita.