Memilih Bagian Terbaik Yang Tidak Dapat Diambil

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 8 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Allah kita, fokus kita kepada Yesus, bahkan Alkitab dari awal sampai akhir sudah menuliskan nama Yesus. Wahyu 22:21, “Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin.” Nama Yesus tertulis di bagian terakhir Alkitab. Kejadian 1:1, Yesus juga tertulis di awal—tidak secara hurufiah literal— “pada mulanya” menggunakan re’shiyth (bahasa Ibrani). Tetapi ketika Allah memberikan pewahyuan kepada Musa, Allah menuliskan dengan b’reshit, terdiri dari dua huruf yang digabungkan yaitu Bar dan reshit. Bar punya pengertian Anak Laki-laki, Son, yaitu Yesus. Lukas 24:27, 44, segala yang tertulis tentang “AKU” mulai dari kitab Musa, kitab nabi-nabi, Mazmur, semuanya tertulis tentang Yesus. Perjanjian Lama mewahyukan apa yang nanti Yesus akan kerjakan. Perjanjian Baru adalah pewahyuan, pernyataan Perjanjian Lama yang tersingkap di dalam Yesus. Kasih karunia menyertai kita di tengah pandemi. Waktu kita dengar firman dan bukan hanya sekedar mendengar, kita mendapat bagian yang tidak dapat diambil orang lain.

Bangun Karakter Lebih Daripada Bangun Citra Diri

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Agustus 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita sedang masuk dalam rencana Allah, kadangkala rencana Allah beda dengan pikiran kita. Rencana Allah melibatkan setiap peristiwa termasuk berhasil atau gagalnya hidup kita. Rupanya Tuhan punya rencana di dalamnya, lewat proses semuanya itu membentuk karakter kita. Dan ketika kita tetap mau cari kehendak-Nya, karakter Kristus itu terbentuk dalam hidup kita.

2 Tawarikh 15:5-6 – [15:5] Pada zaman itu tidak dapat orang pergi dan pulang dengan selamat, karena terdapat kekacauan yang besar di antara segenap penduduk daerah-daerah. [15:6] Bangsa menghancurkan bangsa, kota menghancurkan kota, karena Allah mengacaukan mereka dengan berbagai-bagai kesesakan.

Raja Asa sebagai raja Yehuda, dia harus dengar firman Allah, nubuatan dari nabi yang memperingatkannya. Karena memang kondisinya orang tidak bisa pergi dan pulang dengan selamat—tepat seperti kondisi kita sekarang, sepertinya ada kekacauan besar. 2 Tawarikh 15:7, Tuhan berfirman untuk setiap kita: Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!" Tuhan sendiri yang menjadi upah (Kejadian 15:1). Raja Asa, dia harus kuatkan hatinya, bukan berarti dia sempurna, dia juga punya pasang surut kehidupan.

Saat Kekuatiran Lebih Berkuasa

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Rasanya tidak mudah saat dikepung fakta di sekeliling kita. Kekuatiran adalah hal yang wajar. Kekuatiran dikendalikan amigdala yang menjadi sistem pertahanan diri, yang membuat kita cepat bereaksi. Permasalahannya, seberapa besar kekuatiran itu mengendalikan kita?
Filipi 4:4-8,
[4:4] Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! [4:5] Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! [4:6] Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. [4:7] Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. [4:8] Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Tuhan Gembalaku, Kami Milik-Mu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan adalah Allah yang berkuasa atas hidup kita. Berapa banyak kali kita tidak menghidupi bahwa Dia adalah Allah yang berkuasa, kita malah menghidupi fakta yang ada. Seringkali berpikir, waktu dengar firman, itu hanya “seperti kata-kata motivasi, spiritual” yang membangkitkan gairah. Firman adalah kuasa Allah. Allah ciptakan langit dan bumi dari tidak ada menjadi ada hanya dengan firman. Ketika kita meresponi firman, maka kita akan alami kuasa-Nya.

Matius 6:31-34 - [6:31] Sebab itu janganlah kamu kuatir ....

Bila Iman Kita Bagai Tembok Roboh

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 Juli 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mungkin ada di antara kita berpikir kalau Tuhan itu ada, mana buktinya? Di mana keberadaan Tuhan? Ketika seorang murid sedang ujian, guru tetap hadir tapi berdiam diri dan seringkali sudah diberikan materi, kisi-kisi yang harus dipelajari untuk ujian. Dalam ujian kehidupan, Tuhan hadir, namun seringkali kita tidak merasakan keberadaan Tuhan. Sepertinya kita kehilangan iman, bagaimana saya bisa alami Tuhan yang besar?