Kemuliaan Tuhan Atas Indonesia

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 21 Agustus 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ada banyak jalan keluar, kemenangan yang dialami ketika kita ikuti caranya Tuhan. Saat itu Gideon sedang melawan ratusan ribu pasukan Midian, sedangkan pasukan Gideon hanya 300 orang. Kalau dipikir pertempuran ini tidak sebanding, dan rasanya aneh senjata pasukan Gideon. Hakim-hakim 7:20 - Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: "Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!" Meniup sangkakala = menyanyi, buyung = tanah liat kedagingan kita, obor = firman Allah. Apakah dengan senjata itu mereka bisa menang?

Aku Percaya

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 14 Agustus 2022 Oleh Pdt. Harapan Pasaribu

Dunia mengalami perubahan zaman, apapun yang terjadi dalam dunia ini tetap dalam kendali kuasa Tuhan. Habakuk 2:1-4. Ayat 2, sambil lalu maksudnya supaya orang yang lewat bisa membacanya. Ayat 4, tidak betul hatinya = masa bodoh, tidak peduli apapun zaman dan keadaannya. Inilah nabi Habakuk yang sudah berkata mengenai percaya dan iman. Paulus juga berkata aku tidak menolak anugerah Allah, aku hidup oleh iman kepada Allah yang mengasihi aku dan yang menyerahkan nyawa-Nya ganti aku. Hidup oleh iman, hidup oleh percaya.

Bagaimana pelarian manusia kepada kesenangan-kesenangan yang bisa melupakan, menghilangkan kesukaran hidupnya?

Otoritas Atas Musuh

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 31 Juli 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Efesus 1:17-19, “[1:17] dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. [1:18] Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, [1:19] dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” Kita bisa minta visi dan Roh hikmat kepada Tuhan untuk mengenal Tuhan yang beserta kita dan yang mengenal kita. Tuhan yang di dalam kita lebih besar dari situasi kita. Tuhan sudah menentukan bagian kemuliaan meskipun situasi kita buruk. Tuhan berikan visi dan otoritas, tetapi ada yang percaya dan ada yang tidak percaya.

Tuhan Pengharapan (Setia Nantikan Waktu Tuhan)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 7 Agustus 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Habakuk 2:1-3 - .... [2:2] Lalu TUHAN menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. [2:3] Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.

Mungkin pergumulan, doa-doa kita belum terjawab, bagaimana kita setia menantikan waktunya Tuhan?

Milikilah Visi Dari Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 24 Juli 2022 Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Amsal 29:18 - Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Wahyu = visi, yaitu impian yang didasari pada tuntunan dan bimbingan Tuhan, tujuannya keselamatan dengan melakukannya sesuai dengan kehendak Tuhan. Visi yang dunia sampaikan tanpa melibatkan Tuhan akan jadi ambisi, mementingkan kesenangan pribadi atau golongan. Yesaya 55:8 - Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Dalam visi ada sebuah tujuan. Biarlah setiap rencana yang kita kerjakan dalam hidup kita selalu melibatkan Tuhan, karena rancangan Tuhan, jalan Tuhan bukan jalan kita. Kita kadang punya rancangan sendiri, kalau dikerjakan dengan kekuatan kita, cenderung menjadi visi dunia yang hanya untuk kesenangan sendiri. Kalau bukan visi dari Tuhan maka liarlah rakyat dan merupakan jalan menuju kebinasaan. Kalau impian seseorang didasari ambisi, hanya untuk menyenangkan diri, akan dikerjakan dengan menghalalkan segala cara untuk memperolehnya.

Bagaimana kita memiliki visi yang dari Tuhan?