Dialah Sumber Kekuatanku

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 22 Februari 2026 Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Jangan pernah melepaskan harapan kita kepada Tuhan, karena Tuhan sumber kekuatan atas kehidupan kita. Filipi 4:13 - Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Kita diingatkan untuk tetap senantiasa memiliki ketergantungan, memiliki pengharapan yang penuh kepada Tuhan yang senantiasa memberikan kekuatan bagi kita. Banyak hal yang seringkali terjadi dalam hidup kita yang rasanya tidak sanggup untuk menanggung semua permasalahan kehidupan kita. Bersyukur kita punya Tuhan yang senantiasa tetap mengasihi, mau menanggung semua kesusahan dan kelemahan hidup kita.

Kita bisa menanggung beban, bertahan bukan karena kekuatan kita, tapi karena kekuatan Tuhan yang menopang kehidupan kita. Amsal 21:31 - Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Sabat Bukan Pasif, Tapi Aktif Dalam Iman

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Februari 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Mazmur 23:6. Situasinya boleh sukar, tapi Firman Allah katakan kebajikan dan kemurahan Allah sudah mendahului, artinya sudah mempersiapkan. Apapun yang akan terjadi, kemurahan Tuhan sudah menyambut. Mazmur 23:1, kalau Tuhan yang jadi Gembala, Dia sudah tahu ketika Dia pimpin kita. Dia sudah tahu yang terbaik, tapi permasalahannya seringkali waktu dipimpin oleh Gembala Agung, kita seringkali sok tahu dan coba mengatur Gembala itu.

Sabat bukan pasif, tapi aktif dalam iman.

Roh Yang Menghidupkan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 25 Januari 2026 Oleh Pdm. Santy S. Lamba

Roma 8:11 - Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Ada tiga Pribadi yang terlibat aktif: 1. Roh Dia (Bapa) Pribadi yang berkuasa atas maut; 2. Yesus jaminan kita akan dibangkitkan; 3. Roh-Nya (Roh Kudus) diam di dalam hidup kita.

1. Hidup kita adalah kediaman Roh Kudus.

Sabat, Allah Menguduskan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 1 Februari 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Waktu cepat berlalu, masanya semakin sukar, tanda-tanda kedatangan Tuhan semakin dekat. Kita harus bagaimana? Saya masih belum sempurna. Ingat, ada Roh Allah dan Yesus yang menyertai kita. Berbicara tentang keintiman dan kekudusan, kita mau jadi kudus tapi seringkali kita berkata kekudusan itu sulit. 1 Petrus 1:15-16 - [1:15] tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, [1:16] sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. Bicara tentang kekudusan ayat 16 Rasul Petrus sedang mengutip Imamat 11:44-45 makanan bersih dan tidak bersih--berkenaan dengan kesehatan dan Imamat 19:2 tentang bagaimana kita berhubungan dengan orang lain.

1 Petrus 1:18-20, Rasul Petrus mau mengingatkan kekudusan itu dimulai dari Allah.

Sedang Macet, Ruwet, Stagnan?

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 18 Januari 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tuhan tidak pernah terpaksa memelihara hidup kita, Tuhan sangat bertanggung jawab. Sedang macet, ruwet, stagnan? Mungkin kondisi perekonomian kita sedang stagnan. Situasi geopolitik membuat dunia kuatir dengan perang. Alkitab sudah menuliskan semua sejarah di masa lalu dan masa depan kita. Apa yang sedang terjadi adalah penggenapan Yeremia 49:34-35, Yehezkiel 38, 39. Elam anak Sem (cucu Nuh) tinggal di Mesopotamia (Iran modern). Tuhan patahkan busur Elam. Busur bicara tentang kekuatan. Allah yang berfirman di luar lini masa kita, jadi Dia tahu tentang segala sesuatu. Yehezkiel 38:3,6, ketika kekuatan Elam dipatahkan, banyak bangsa akan menyertainya. Aliansinya Rusia (Gog), Mesekh dan Tubal (Turki). Ayat 10-12, umat Israel mereka hidup sepertinya tanpa tembok. Ketika bangsa-bangsa ini dan aliansinya mulai menyerang: ayat 14-15, penggenapan-penggenapan dari firman Allah akan bermuara ke satu perang yang besar yang ditakuti oleh bangsa-bangsa. Secara geografis kita jauh, tapi imbasnya sampai di sini, pada perekonomian dunia, situasi yang makin sukar.

Kalau sedang menghadapi ini bagaimana sikap kita?