Allah Melawat Umat-Nya (Influencernya Allah)

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 15 Mei 2022 Oleh Pdt. Peterus Rediwan

Bicara tentang melawat, dalam Perjanjian Baru artinya perjumpaan Allah dengan manusia yang disertai dengan tindakan Allah. Allah tidak sekedar basa-basi saat berjumpa dengan manusia, selalu ada dampak terhadap umat-Nya.

Yohanes 4:3-7, perempuan Samaria ditafsirkan bukan perempuan yang ‘baik-baik saja’. Ia pernah memiliki 5 suami dan bahkan saat itu tinggal bersama laki-laki yang bukan suaminya. Kejadian 24:11, ada suatu kebiasaan perempuan menimba air petang hari agar tidak panas. Perempuan Samaria ini memilih menimba air di siang hari yang terik, karena ia menghindari pergunjingan.

Hidupku Tersedia Bagi-Mu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Mei 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Kesanggupan ilahi hanya dibatasi oleh kehendak bebas kita. Ketika kehendak bebas kita menolak atau tidak sefrekuensi dengan Dia, maka kesanggupan-Nya itu justru dibatasi oleh kehendak kita sendiri. Permasalahannya, Tuhan Mahakuasa, tapi berapa banyak kali manusia tidak satu frekuensi dengan ke-Mahakuasaannya Tuhan. Apakah hidup kita tersedia buat Tuhan? Ketika kita membuka hati untuk Tuhan dan Roh Kudus bekerja, Roh Allah akan membuat kita satu frekuensi dengan Tuhan.

Memahami Waktu Lawatan Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 April 2022 – Oleh Pdt. Yohanes Budi

Pengkotbah 3:1-4, [3:1] “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.” Pengkotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunyaAllah bekerja menurut rancangan, waktu, dan kehendak Allah. Kata ‘melawat’ dalam Alkitab tidak banyak. Allah melawat umat-Nya hanya dalam waktu-waktu tertentu. Allah menyatakan kemuliaan-Nya secara khusus bagi pribadi-pribadi yang dikasihi-Nya. Lawatan dalam KBBI artinya menjenguk. Menjenguk digerakkan oleh belas kasihan, ingin menolong, keinginan untuk bertemu secara khusus dan pribadi. Hal ini berlaku bagi sahabat dan orang yang dikasihi.

Apa yang ada di dalam hati Tuhan ketika melawat umat-Nya?

Tersedia Untuk Lawatan Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 1 Mei 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Lukas 19:44 - dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau." Ini adalah peringatan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang mengabaikan lawatan Allah. Ketika mengabaikan maka akan alami kebinasaan. Yesus adalah Allah atas ruang dan waktu, Dia sudah lihat jauh ke depan. Kehadiran Yesus adalah bukti Allah melawat umat-Nya. Ayat 41-42, sebetulnya lawatan Allah menghasilkan damai sejahtera, tetapi hal itu tersembunyi kamu. Ketika kita responi lawatan-Nya Tuhan adalah Allah keselamatan kita, tetapi Dia juga Allah damai sejahtera kita. Ayat-ayat ini bukan ditujukan untuk mereka yang tidak mengetahui firman, para ahli Taurat bahkan bisa memberikan nasihat kepada Herodes waktu Yesus akan lahir, tapi yang datang ke Betlehem hanya orang majus dan para gembala. Ahli Taurat tahu firman tapi mereka tidak datang karena mereka tidak mau sambut lawatan Allah. Jangan hanya sekadar makin lama makin tahu firman tapi giliran menghadapi fakta yang diperkatakan faktanya. Bukankah ketika firman menjelma menjadi manusia bertabernakel/diam di antara kita (Yohanes 1)? Sebetulnya lawatan Allah tergantung apakah kita responi Dia?

Pengharapan Yang Hidup

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Ibadah Paskah Sore, 17 April 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa 

Yesus hidup membuktikan termasuk kematian tidak pernah bisa menghalangi Tuhan kita. Ketika kita menjadi satu kematian dengan Kristus maka kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Kebangkitan-Nya menjadi kepastian, kalau kita punya harapan sekalipun tidak ada dasar secara logika, tapi kalau tetap mau berharap tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Yohanes 3:16 - Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ada empat tema utama di ayat ini: