Seirama Dengan Tuhan Penentu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 30 Januari 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Bangun hidup kita di atas janji Allah. Karena firman-Nya tidak dapat dibatalkan, itu sebabnya pengharapan kita tidak dapat bergoncang. Kita tidak berdiri atas semua yang dari dunia, ataupun luka masa lalu dan trauma. Kita hidup karena janji Allah yang berharga. Biarlah kita seirama dengan Tuhan. Iblis paling senang membuat kita tidak seirama dengan Tuhan. Mazmur 139:2, “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.” Tuhan tahu pikiran kita.

Mungkin Hari Ini?

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 23 Januari 2022 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Yesus adalah Allah penentu yang menentukan hidup kita. Ketika waktu penetapan Tuhan, apakah kita masuk di sana?

Daniel 4:17 - Titah ini adalah menurut putusan para penjaga dan hal ini menurut perkataan orang-orang kudus, supaya orang-orang yang hidup tahu, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, bahkan orang yang paling kecil sekalipun dapat diangkat-Nya untuk kedudukan itu. Nebukadnezar mendapat peringatan dari Tuhan, segala sesuatu Tuhan yang menentukan. Allah punya penentuan atas setiap orang. Ketika kita sadar Allah yang menentukan waktunya, apa yang harus kita kerjakan? Belajar dari tiga tokoh yang berbeda, mereka punya kehidupan yang berbeda, ketika mereka sedang menantikan waktunya Tuhan bagi mereka:

Allah Yang Perbesar Kapasitas

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 9 Januari 2022 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Di dalam nama Yesus ada kuasa. Kitab Kidung Agung melukiskan kisah cinta antara Yesus dengan gereja. Kidung Agung 1:3, “harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!” ini adalah pengakuan mempelai wanita (Sulamit). Nama mempelai pria (Yesus) seperti minyak urapan. Yesaya 10:27 [KJV], ... and the yoke shall be destroyed because of the anointing”, kuk (beban) kita akan dihancurkan karena urapan. Ketika kita letih lesu dan kehilangan gairah, sebut nama Yesus dengan iman, itu bagai minyak urapan yang tercurah. Roma 10, “barangsiapa berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan”.

Yesus adalah Allah penentu.

Allah menentukan Waktu Yang Tepat Untuk Segala Sesuatu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 16 Januari 2022 – Oleh Pdm. Rawuh Widodo

Allah kita adalah Allah yang setia. Saat Tuhan berjanji, Dia tidak pernah ingkari dan Dia tidak pernah lalai terhadap janji-Nya. Mungkin ada janji Tuhan yang belum tergenapi dalam hidup kita, namun percayalah, bagi Tuhan tidak sukar untuk menggenapinya. Kalau kita pegang firman Tuhan, kita akan melihat penggenapannya. Memang waktunya tidak seperti yang kita inginkan, tapi waktu Tuhan yang terbaik. Segala sesuatu dalam kehidupan kita ada dalam penentuan Allah. Kalau kita tinggal dalam penentuan Allah, kita akan melihat penyertaan Allah. Dia topang hidup kita sampai janji itu digenapi dalam hidup kita.

Response + Ability

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Ibadah Sulung III, 2 Januari 2022 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Ketika kita di dalam dunia, bahkan dalam kelemahan dan keterbatasan kita, kasih Tuhan tetap adalah kasih yang menyelamatkan.

Yunus gagal taat, namun kasih Allah tetap hampirinya. Yunus tiga hari berada di perut ikan, di sana ia tidak hancur karena tangan Tuhan tetap menopang hidupnya, Tuhan masih punya rencana penyelamatan. Markus 6:45. Yesus memerintahkan murid-murid-Nya untuk lebih dulu menyeberang ke Betsaida. Di tengah lautan mereka ditimpa badai, mereka harus melewati gelombang, mereka berpikir mereka harus bertanggung jawab, tapi seperti ditinggalkan sendirian. Yesus berjalan di atas badai itu dan Ia hampiri murid-murid-Nya. Markus 6:50 - Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Peristiwa ini ditulis di Injil Matius, Markus dan Yohanes. Yohanes 6:21. Seketika itu juga bukan hanya badainya reda, mereka sampai ke pantai yang mereka tujui, padahal mereka sedang dua tiga mil di tengah danau (ayat 19). Ketika kita sadar tidak ada dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, apakah kita berkehendak, mengijinkan Yesus masuk dalam perahu hidup kita? Dia adalah Allah atas ruang dan waktu.