Pengharapan Kita Tidak Mengecewakan
Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 11 Januari 2026 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Tuhan kita yang setia adalah teguh. Semua yang di dalam dunia bisa berubah, tidak teguh. Kalau kita mengandalkan diri pada perkara dunia, maka kadangkala pengharapan kita jadi mengecewakan. Itu sebabnya taruh pengharapan kita pada sesuatu yang pasti walaupun tidak kelihatan. Letakkan hati kita hanya kepada Tuhan. Ibrani 6:19-20 - [6:19] Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, [6:20] di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. Belakang tabir punya pengertian bukan hanya ruang suci, tapi ruang maha suci di belakangnya. Karena yang boleh masuk ke ruang maha suci hanya imam besar setahun sekali. Ketika Yesus disalibkan waktu Yesus berkata: “Sudah genap”, yang terjadi gempa bumi, gelap gulita, tirai Bait Allah terbelah dua. Sampai saat ini tidak ada lagi batas dan tidak dibangun lagi Bait Allah ini, karena penggenapannya oleh Yesus. Yesus ketika melintas, Dia bayar dengan darah-Nya sendiri. Itulah jangkar kita, pengharapan kita dilabuhkan sampai ke Kerajaan Sorga dan kita sedang terhubung dengan Kerajaan Sorga. Roma 5:5 - Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. Pengharapan kita tidak mengecewakan kalau kita taruh kepada Tuhan. Ketika selalu terhubung dengan Tuhan, sekalipun kondisinya tidak menguntungkan kita akan punya paradigma baru yang akan menentukan masa depan kita.

