Berpijak Dengan Iman
Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Oktober 2021 Oleh Pdt. Andrew M. Assa
Apapun kondisinya, apapun musimnya, biarlah hati kita terarah pada Tuhan. Kejadian 26:25 - Sesudah itu Ishak mendirikan mezbah di situ dan memanggil nama TUHAN. Ia memasang kemahnya di situ, lalu hamba-hambanya menggali sumur di situ. Saat itu terjadi kelaparan di sana (ayat 1). Tuhan berfirman kepada Ishak supaya jangan pergi ke Mesir, tapi tinggal di Gerar. Karena menurut pikiran, di Mesir ada sungai Nil yang tidak pernah surut, lembah Nil dianggap daerah yang subur. Waktu Ishak menabur, saat itu musim kering. Secara logika, apa untungnya menabur di musim kering? Kalau Tuhan perintahkan kita menabur, Tuhan tidak ingin membuat kita jadi miskin, Tuhan sediakan benih. 1 Korintus 3:7-9, kalau benih ditabur, Allah yang memberi pertumbuhan. Tetap ada upah, hasil, pelipatgandaannya. Waktu kita menabur dengan iman, kita jadi mitra kerjanya Allah. Kalau kita taat, Allah menjadi pemilik saham mayoritas dalam hidup kita. Kabar baiknya, Ia akan bertanggung jawab atas hidup kita.

