Kesadaran Akan Kristus

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 5 November 2017 - Oleh Pdt. Andrew Assa

Yohanes 15:16 - Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Kasih Allah sedang memilih kita, dan kasih Allah akan memulihkan kita supaya kita akhirnya maksimal di jalan Tuhan (berbuah).

Bukan kita yang memilih siapa yang jadi Tuhan, tetapi Allah yang sudah memilih kita. Kehendak bebas diberikan pada manusia, ketika Allah memilih kita, kita mau meresponinya atau tidak. Ketika Allah memilih kita, Allah tidak mau kita biasa-biasa saja, Ia punya rencana. Tuhan ingin supaya di dalam pilihannya kita menghasilkan buah = maksimal.

Aku Memuliakan Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu, 29 Oktober 2017 Oleh Pdt. Heri Purnomo - Semarang

Mazmur 146:2 - Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Ketika kita memiliki pengertian yang benar, itu akan membawa tindakan yang benar pula. Mazmur 146:3 - Jangan kiranya kamu harap pada raja-raja, pada anak Adam, yang tiada selamat padanya [TL]. Daud seharusnya jadi pusat untuk dihormati karena kedudukannya sebagai raja, Daud banyak jasanya, setiap kali berperang menang, Daud menjarah dan hasil jarahan dibagi untuk rakyatnya, tapi Daud tidak mau disanjung. Daud mau memuliakan Tuhan. Kadangkala kedudukan itu membuat sulit/berat untuk memuliakan Tuhan.

Saat tabut Allah kembali ke Yerusalem, Daud menari-nari dan istrinya menghinanya, Allah mengutuk Mikhal. Jangan sampai kedudukan/posisi kita menghambat untuk memuliakan Tuhan. Untuk memuliakan Tuhan dituntut totalitas. Memuliakan Tuhan = memuji Tuhan dari hati yang terdalam, fokus kepada Tuhan.

Kenapa kita harus memuliakan Tuhan?

Menjadi Manusia Baru

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 15 Oktober 2017 Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Ketika kita percaya Yesus, ilustrasinya seperti naik pesawat dibawa ke ketinggian di atas 9 kilometer dari permukaan laut. Semakin tinggi semakin tipis lapisan oksigennya dan ketinggian ini mematikan, tapi mereka yang berada di dalam pesawat tetap terpelihara bahkan bisa bergerak dengan kecepatan 900 kilometer per jam.

Dalam kasih karunia Allah, kita akan menjadi piala Anugrah Allah yang memuliakan Tuhan, kita menjadi manusia baru ketika percaya pada Yesus. Tuhan menerima kita apa adanya tapi Ia terlalu sayang untuk membiarkan kita apa adanya.

Efesus 4:17-32 adalah perikop yang berbicara tentang manusia baru.

Manusia lama punya kecenderungan dosa dan tujuan akhirnya adalah kebinasaan, tapi saat kita percaya Yesus dan meresponi firman-Nya, roh kita diperbaharui (dimulai dari dalam), kita menjadi manusia baru. Yesus ingin perbaiki kita dari dalam keluar.

Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 22 Oktober 2017 Oleh Pdt. Andrew M. Assa Piala anugrah Tuhan, Tuhan ingin jadikan setiap kita piala anugrah Tuhan, hidup yang memuliakan Tuhan. Piala adalah perabot dari kerajaan, perkakas yang mulia. Ketika kita dibentuk menjadi perkakas yang mulia, ada proses, waktu untuk membentuk. Yesaya 55:2,3 - [55:2] Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. [55:3] Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Dengarkanlah = hearken diligently (dengarkanlah sungguh-sungguh, dengan teliti). Kata “dengarkanlah” dalam bahasa Ibrani menggunakan dua kata yang sama yaitu shama, “dengan teliti” juga menggunakan kata shama. Jadi dengarkanlah sungguh-sungguh, dengarkanlah dengan teliti menggunakan kata shama shama. Firman Allah adalah hukum/peraturan Kerajaan Sorga, ketika kita taruhkan hidup kita--yang duniawi ke dalam firman maka kita menghadirkan Kerajaan Sorga--yang supranatural di muka bumi. Berapa banyak kali kita lebih senang menyendengkan telinga kita kepada permasalahan, kita tidak sadar bahwa di dalam hidup kita ada kuasa yang besar, dan Tuhan katakan dengarkanlah Aku dengan sungguh-sungguh (shama shama).

Datang Pada Terang Sejati

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 8 Oktober 2017 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Piala bukanlah benda biasa, piala adalah benda kehormatan, sebuah penghargaan yang luar biasa. Gelas yang dipakai oleh keluarga kerajaan disebut piala, jadi piala adalah benda mulia. Setiap kita berharga di mata Tuhan karena kita adalah Piala Kemurahan Allah. Ketika kita sadar bahwa kita adalah Piala Anugrah Allah, piala akan ditaruh di tempat khusus, tempat yang terhormat. Ketika kita ada di tangan Sang Ahli, kadang kala memang ada bagian tubuh yang sepertinya dipenggal, namun ketika Tuhan memenggal, Tuhan justru ingin memberikan jauh lebih baik.

Yohanes 8:12 - Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Ketika kita mengikut Yesus jangan takut, masa depan kita bukan masa depan yang suram. Kita mungkin tidak tahu yang terjadi di depan, namun Yesus adalah terang sejati. Ketika kita ikuti langkah-langkah Tuhan, situasinya boleh gelap tapi kita mempunyai terang hidup.