Semakin Mengenal Yesus, Kasih Karunia Demi Kasih Karunia Melimpahi Kamu

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 24 Januari 2021 –  Oleh Pdm. Henny M. Assa

Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi tantangan dan masalah hidup? Sebagai orang percaya, kita harus memahami bahwa masalah yang kita hadapi berbeda dengan masalah yang dihadapi dengan orang yang tidak percaya Yesus. Saat kita sebagai orang percaya, apa pun masalah yang kita hadapi, sesungguhnya masalah yang kita hadapi berguna untuk kebaikan kita. Bukan berarti masalah berasal dari Allah. Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan di dalam hidup kita.

Kemuliaan Tuhan di Balik Semua Tantangan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Pagi, 17 Januari 2021 - Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Orang yang berjalan punya tujuan, tapi orang yang berjalan-jalan stagnan karena tidak punya tujuan. Ketika bangsa Israel dibawa keluar dari Mesir, tujuan Allah kelihatannya aneh supaya Musa minta ijin ke raja Firaun dengan alasan untuk mempersembahkan korban—padahal bangsa ini menjadi budak selama 400 tahun di Mesir, tidak punya apa-apa. Keluaran 5:3 - Lalu kata mereka: "Allah orang Ibrani telah menemui kami; izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami, supaya jangan nanti mendatangkan kepada kami penyakit sampar atau pedang." Keluaran 17:6, ketika minta ijin yang kedua kali alasannya beribadah. Keluaran 8:1, ketiga kalinya mereka minta ijin dengan alasan pergi untuk beribadah. Ketika Tuhan sedang memimpin kita, Tuhan punya tujuan. Walaupun ketika Tuhan memimpin, Tuhan tidak langsung tunjukkan sampai akhir tapi langkah demi langkah. Allah punya rencana membawa bangsa Israel keluar dari Mesir masuk ke Tanah Perjanjian, ke Kanaan—kelimpahan Allah, dibawa mendekat ke hati Allah, bukan sekadar berputar-putar di padang gurun sebagai pengelana.

Tidak Kehilangan Hubungan Dengan Allah

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 3 Januari 2021 – Oleh Pdt. Andrew M. Assa

Hiduplah di dalam kasih karunia, kasih karunia adalah satu Pribadi yaitu Yesus sendiri. Saat kita hidupi kasih karunia, di dalamnya ada kebenaran. Yohanes 1:17 - sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. Ketika kita terima kasih karunia, kita juga terima kebenaran, seperti mata uang ada dua sisi.

Kejadian 6:8, Nuh terima kasih karunia, itu sebabnya ia bisa hidup benar. Waktu ia punya kepercayaan yang benar, ia punya tindakan yang benar. Ayat 9, ketika Nuh menghidupi kasih karunia, ia memang masih manusia biasa, ia bisa salah—mabuk, Allah lihat tindakannya tapi Allah perhitungkan kebenaran imannya sehingga dikategorikan orang benar (Ibrani 11:7). Orang yang terima kasih karunia, bergaul dengan Allah, akan berkata semua hanya karena Tuhan.

Jangan Menolak Kasih Karunia Tuhan

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 10 Januari 2021 – Oleh Pdt. Toni Aris Santoso

Kejadian 6:8, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.” Mengapa dari sekian banyak manusia yang ada di muka bumi saat itu, hanya keluarga Nuh yang mendapat kasih karunia? Apakah sekian banyak orang di bumi tidak ada yang berperilaku baik?

Keluaran 33:19, “Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” Pemberian kasih karunia kepada Nuh adalah hak prerogatifnya Tuhan. Tuhan memilih Nuh bukan karena kebaikan Nuh, bukan karena melakukan banyak pahala. Nuh adalah orang yang mau percaya dan meresponi apa yang Tuhan kehendaki atas kehidupan Nuh. Roma 3:10, “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.” Kasih karunia datang untuk orang yang mau meresponi Tuhan.

Iman Yang Sejati

Written by Lois.

Ringkasan Khotbah Minggu Sore, 27 Desember 2020 Oleh Pdp. Oldy I. Kawuwung

Firman yang telah menjelma menjadi manusia menjadi bagian dalam hidup kita. Firman itu menopang hidup kita, memberikan kehidupan. Manusia hidup bukan hanya sekedar dari apa yang kita makan, tetapi dari setiap kebenaran yang keluar dari mulut Allah.

Daniel 3:17-18, Hananya, Misael, dan Azarya adalah orang Israel yang dibawa menjadi tawanan di Babel bersama dengan Daniel. Sesampainya di Babel, nama mereka diganti oleh orang Babel, menjadi Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Meskipun nama mereka berubah, tetapi mereka tetap memelihara iman dan komitmen mereka kepada Allah. Firman yang selama ini mereka terima, membuat mereka tetap kuat dan tidak menyerah menghadapi ancaman.